Baiklah, inilah cerita pendek bergaya *dracin* dengan elemen yang Anda minta, ditulis dalam bahasa Indonesia: **Pelukan yang Tersisa Dalam Bayang Waktu** Dentingan *guqin* membelah malam. Di Paviliun Anggrek yang remang, Li Wei berdiri memandang danau yang berkilauan tertimpa cahaya bulan. Sepuluh tahun. Sepuluh tahun sudah berlalu sejak pengkhianatan itu meremukkan hatinya. Bukan amarah yang membakar, melainkan kehampaan abadi. Ia memilih diam. Bukan karena lemah, *TIDAK SAMA SEKALI*. Rahasia besar, yang jika terungkap, akan meruntuhkan Dinasti Qing ini. Rahasia yang melindunginya, sekaligus mengurungnya. Dulu, ia adalah selir kesayangan Kaisar Qianlong. Kecantikannya abadi, kebijaksanaannya mendalam. Namun, kecantikan dan kebijaksanaan itu pula yang membuat Permaisuri cemburu buta. Permaisuri yang berkolusi dengan Jenderal Zhao, kekasih gelapnya, untuk menjebak Li Wei dengan tuduhan palsu – pengkhianatan. Li Wei tahu, membela diri hanya akan mempercepat kematiannya. Ia memilih mengalah, merelakan gelarnya dicabut, dan diasingkan ke Paviliun Anggrek yang terpencil ini. Namun, ada satu hal yang *sungguh* mengganjal di hatinya. Sebuah lukisan. Lukisan *bunga persik* yang ia lukis sendiri, hadiah untuk Kaisar. Lukisan itu hilang saat ia dijebak. *Ke mana perginya?* Semakin lama, ia semakin menyadari, ada yang aneh dengan Jenderal Zhao. Kekuasaannya terlalu besar, pengaruhnya terlalu dalam. Ada bisikan-bisikan tentang pemberontakan, tentang konspirasi. Suatu malam, saat badai menerjang Paviliun Anggrek, seorang pelayan tua, Li Ma, dengan gemetar memberikan sebuah gulungan kain usang. "Ini...ini milik Anda, Nyonya Li Wei. Saya menemukannya tersembunyi di balik dinding Paviliun." Itu adalah lukisan bunga persik. Namun, ada yang berbeda. Di balik lapisan cat, tersembunyi *PETA*. Peta menuju lokasi persembunyian harta karun Dinasti Ming. Harta yang jika jatuh ke tangan Jenderal Zhao, akan membiayai pemberontakannya. Saat itu, Li Wei mengerti. Jenderal Zhao menjebaknya bukan hanya karena cemburu, melainkan karena ia tahu Li Wei mengetahui rahasia peta tersembunyi di lukisan itu. Li Wei tersenyum pahit. Balas dendamnya tidak akan berlumur darah. Ia akan membiarkan takdir yang bertindak. Keesokan harinya, Li Wei mengirim surat rahasia kepada Kaisar, yang dikirimkan melalui satu-satunya orang yang masih setia kepadanya, kasim kepala, Wang. Pemberontakan Jenderal Zhao memang terjadi, namun gagal total. Pasukan Kekaisaran, yang telah diperingatkan oleh Kaisar, menyergap para pemberontak sebelum mereka sempat bergerak. Jenderal Zhao ditangkap dan dihukum mati. Li Wei tetap di Paviliun Anggrek. Ia tidak ingin kembali ke istana yang penuh intrik. Ia menyaksikan, dari kejauhan, Kaisar Qianlong memimpin kerajaannya dengan lebih bijaksana. Harta karun Dinasti Ming digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Di malam yang sepi, Li Wei memeluk lukisan bunga persik. Pelukan yang tersisa dalam bayang waktu. Kaisar Qianlong naik tahta tidak seharusnya dan itu adalah bagian dari rencana klan Li.....
You Might Also Like: Perbedaan Skincare Lokal Dengan Sodium
Share on Facebook